Orientasi Pemanfaatan aplikasi Elsimil dan Google Form pada proses identifikasi kasus Stunting di Wakatobi

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Orientasi Pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) dan Google Form pada proses identifikasi kasus Stunting di Kabupaten Wakatobi.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wakatobi Hj. Eliati Haliana dalam sambutannya mengatakan Stunting adalah proses gagal tumbuh dan kembang anak karena kekurangan gizi, yang seharusnya tulang tangkai panjangnya 70 cm tapi gagal tumbuh hanya 40 cm akibat kekurangan gizi, menyebabkan anak stunting tumbuh dengan postur tubuh pendek.

Peran ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sangat penting, karena dalam ASI itu sudah lengkap zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi saat lahir. Jangan sampai ada ibu dengan alasan tertentu yang tidak substansi kemudian tidak memberikan ASI-nya kepada anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Wakatobi La Ode Safiudin mengatakan Pelaksanaan percepatan pencegahan stunting terintegrasi, diperlukan sreening serta identifikasi sedini mungkin sehingga percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan dengan baik.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dibutuhkan terbentuknya tim yang bertanggungjawab dan mendampingi dalam melaksanakan konvergensi program intervensi sensitive dan intervensi spesifik mulai dari kabupaten, sampai di tingkat paling rendah, yaitu kecamatan dan desa.

Pendampingan ini sangat penting untuk memastikan kondisi risiko stunting teridentifikasi, dipahami, ditindaklanjuti dengan treatment dan upaya-upaya kesehatan dan peningkatan status gizi, sehingga risiko yang terdeksi dapat ditekan bahkan dihilangkan.

Ia menambahkan, Persoalan stunting di Kabupaten Wakatobi mencapai prestasi yakni sejak tahun 2020 dengan presentasi 26% dan angka persoalan stunting ditahun 2022 menurun diangka 12.9%. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa atas kerja sama semua stakeholder.

Perwakilan BKKBN SULTRA Faidah mengatakan dalam melakukan pendampingan TPK dibekali aplikasi elsimil yakni Elektronik Siap Nikah dan Hamil dengan tujuan memudahkan TPK mengetahui faktor risiko pada orang yang didampinginya, serta memberikan petunjuk tentang apa yang harus dilakukan.

Meskipun aplikasi ini masih dalam proses penyempurnaan, namun ia berharap agar pendampingan kepada calon pengantin sudah dapat dilakukan secara elektronik, dan untuk sementara TPK dapat menggunakan Google Form dalam melakukan pendampingan bagi ibu hamil dan pasca persalinan.

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah terbentuk baik tingkat kabupaten, kecamatan serta tingkat desa dan kelurahan, diharapkan dapat terlibat aktif dalam kegiatan untuk menurunkan stunting, baik yang berhubungan dengan intervensi spesifik maupun sensitif.

Untuk diketahui sebagai bentuk dukungan pemda Wakatobi dalam percepatan penurunan stunting, serta untuk mendukung kerja tim yang telah dibangun dalam percepatan penurunan stunting, akan ada penambahan anggaran untuk setiap instansi yang terlibat, dengan ini kita semua berharap agar kasus stunting khususnya di Kabupaten Wakatobi dapat mencapai target.

DISKOMINFO WAKATOBI - WAKATOBI TV