Kalender
Jadwal Festival 2017
Galery
Perikanan

Kawasan Perikanan dan Kelautan 

Perikanan dan kelautan merupakan sektor unggulan daerah Kabupaten Wakatobi, selain pariwisata.  Pengembangan kegiatan perikanan dan kelautan merupakan bagian dari visi pemerintah Kabupaten Wakatobi yang berbasis pada potensi sumberdaya wilayah kepulauan dan karakteristik wilayah serta tetap mengacu pada penetapan wilayah Kabupaten Wakatobi sebagai Taman Nasional Laut Kepulauan Wakatobi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 tentang RTRWN.

Dalam menunjang pemanfaatan dan pengendalian kegiatan sektor perikanan kelautan berdasarkan arahan pengelolaan wilayah dalam Zonasi Taman Nasional Wakatobi (Surat Keputusan Dirjen Hutan dan Konservasi Alam Nomor 149/IV-KK/2007), terdapat berbagai arahan kegiatan pengembangan budidaya perikanan dan kelautan sebagai berikut:

Kawasan Perikanan Tangkap

Kawasan perikanan tangkap ialah kawasan yang diperuntukkan bagi  penangkapan ikan/perikanan dengan berbagai jenis ikan bernilai ekonomi tinggi seperti jenis ikan pelagis, ikan dasar, ikan sunu, teripang, dan gurita.  Kawasan pengembangan berupa perairan laut.  Kawasan perikanan di perairan laut yang menjadi kewenangan dari Pemda Kabupaten Wakatobi adalah 4 (empat) mil dari pantai yang masuk dalam zona pemanfaatan lokal dan pemanfaatan umum:

-     Pemanfaatan lokal (khusus masyarakat lokal), dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kesempatan (nelayan lokal) dalam memanfaatkan sumber potensi kekayaan laut yang ada dengan sarana dan prasarana penunjang kegiatan perikanan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.  

-     Pemanfaatan umum, bersifat terbuka bagi masyarakat lokal dan luar. Kawasan ini seperti di perairan Pulau Wangi-wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binongko dengan luasan zona pemanfaatan lokal (ZPL) sekitar 804.000 Ha dan zona pemanfaatan umum sekitar 495.700 Ha (ZPU).

2. Kawasan Budidaya Perikanan

Kawasan budidaya perikanan merupakan kawasan dengan kegiatan budidaya perikanan berupa keramba dan tambak.  Setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Wakatobi ialah wilayah potensial untuk pengembangan kegiatan budidaya perikanan.  Oleh karena itu, dalam rentang lima tahun (2012-2016), pengembangan budidaya perikanan menjadi program prioritas pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi. 

Secara umum, kawasan pengembangan budidaya perikanan berada di sepanjang area pantai pesisir pulau.  Wilayah potensial untuk pengembangan kegiatan budidaya perikanan ialah Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kaledupa, Kaledupa Selatan, Togo Binongko, Tomia dan Tomia Tiumur.  

Budidaya perikanan yang sudah berkembang diusahakan oleh masyarakat adalah jenis Rumput Laut.  Produksi komoditi jenis Rumput Laut dengan luasan area lahan terbesar terdapat di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.  Selain itu, pilot project Program Bajo berupa Rumah Budidaya yang dikembangkan oleh COREMAP II di Desa Mola Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Samabahari Kecamatan Kaledupa, dan Lamanggau Kecamatan Tomia, telah berhasil dalam budidaya ikan kerapu, bobara, dan jenis ikan lainnya. 

3. Hasil Perikanan dan Dukungan Infrastruktur

Luas wilayah perairan laut Kabupaten Wakatobi mencapai sekitar 97% (18.377 km2) dari luas total keseluruhan kabupaten.  Jenis/species ikan yang terdapat di perairan lautnya tidak kurang dari 942 jenis ikan.  Namun potensi perikanan laut tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan teknologi alat tangkap maupun perahu yang digunakan oleh para nelayan lokal Kabupaten Wakatobi.  Produksi perikanan tangkap dan budidaya tahun 2008 dan 2010 disajikan pada Gambar di bawah ini.

 

Gambar: Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya di Kabupaten Wakatobi Tahun 2008 (Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Wakatobi Tahun, 2009) dan 2010 (BPS Kab. Wakatobi, 2011).

 Pada Gambar di atas tampak bahwa produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan yaitu dari 3.932,7 ton pada tahun 2008 menjadi 5.952,5 ton pada tahun 2010, sebaliknya dengan terjadi pada produksi perikanan budidaya (rumput laut) menurun dari 10.917,3 ton tahun 2008 menjadi 927,2 ton pada tahun 2010. Tampak pula bahwa pada tahun 2008, proporsi produksi perikanan tangkap lebih rendah dibanding budidaya, kejadian sebaliknya pada tahun 2010. Hasil perikanan laut, termasuk hasil budidaya rumput laut menurut kecamatan di Kabupaten Wakatobi pada tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel: Hasil Laut Kabupaten Wakatobi Tahun 2008

No.

Kecamatan

Hasil Laut (Ton)

Persen-

tase (%)

Ikan Pelagis

Ikan Dasar

Ikan Sunu

Teri-

pang

Gurita

Rumput Laut

Jumlah

1

Binongko/Togo Binongko

884,4

85,7

-

3,8

-

225,0

1.198,9

8,1

2

Tomia

226,2

281,8

16,7

8,7

9,3

1.478,7

2.021,4

13,6

3

Tomia Timur

210,0

236,5

6,9

7,3

11,9

2.163,7

2.636,3

17,8

4

Kaledupa

256,2

166,8

16,7

5,2

7,4

2.702,9

3.155,2

21,2

5

Kaledupa Selatan

222,0

205,1

15,0

7,4

12,6

2.932,2

3.394,3

22,9

6

Wangi-Wangi

175,2

201,2

20,1

8,4

4,2

-

409,1

2,8

7

Wangi-Wangi Selatan

296,8

289,0

15,9

8,8

9,5

1.414,8

2.034,8

13,7

 

Jumlah

2.270,8

1.466,1

91,3

49,6

54,9

10.917,3

14.850,0

100,00

 
 
 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Wakatobi Tahun 2009.

Berdasarkan Tabel 8, hasil laut yang paling banyak adalah rumput laut (agar-agar) yaitu mencapai 10.917,3 ton.  Kecamatan dengan hasil laut tertinggi ialah Kecamatan Kaledupa yaitu 3.394,3 ton yang sebagian besar berasal dari rumput laut mencapai 2.932,2 ton, sedangkan kecamatan dengan hasil laut terendah ialah Kecamatan Wangi-Wangi.  Peran dan fungsi Kecamatan Wangi-Wangi sebagai ibukota kabupaten menyebabkan jenis mata pencaharian/ pekerjaan masyarakatnya cukup beragam, selain nelayan dan pedagang juga terdapat PNS, pengusaha, petani dan lain-lain. Perbedaan volume produksi hasil laut di Kabupaten Wakatobi menurut jenis komoditi dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

 

Gambar: Grafik Hasil Laut Kabupaten Wakatobi Tahun 2008.

Gambar di atas menunjukkan bahwa persentase hasil laut antara bulan yang satu dengan bulan lainnya bervariasi. Hal ini terkait dengan musim angin kencang dan gelombang besar di laut sehingga mengurangi intensitas melaut dari nelayan.  Hasil laut Kabupaten Wakatobi disajikan pada Tabel berikut.

 Tabel: Hasil Laut Kabupaten Wakatobi Menurut Bulan Tahun 2008

 No

Bulan

Jenis Hasil Laut (Ton)

Persentase

(%)

Ikan Pelagis

Ikan Dasar

Ikan Sunu

Teri-

pang

Gurita

Rumput Laut

Jumlah

1

Januari

123,0

128,5

6,5

3,2

4,3

923,4

1.189,0

8,0

2

Februari

188,4

119,5

6,3

3,4

4,8

914,5

1.236,8

8,3

3

Maret

204,4

121,5

6,7

3,4

4,7

954,0

1.294,7

8,7

 No

Bulan

Jenis Hasil Laut (Ton)

Persentase

(%)

Ikan Pelagis

Ikan Dasar

Ikan Sunu

Teri-

pang

Gurita

Rumput Laut

Jumlah

4

April

210,0

120,8

7,2

4,2

4,4

965,7

1.312,3

8,8

5

Mei

216,6

126,3

7,1

4,5

4,6

881,6

1.240,7

8,4

6

Juni

212,4

124,0

7,1

4,3

4,4

878,0

1.230,2

8,3

7

Juli

169,2

109,7

6,3

4,0

4,1

868,5

1.161,8

7,8

8

Agustus

180,0

113,5

6,7

3,8

4,0

870,3

1.178,3

7,9

9

September

193,8

117,8

7,0

4,7

4,8

894,6

1.222,7

8,2

10

Oktober

199,8

124,6

7,4

4,8

5,1

926,1

1.267,8

8,5

11

November

207,0

134,4

15,7

5,2

5,4

943,3

1.311,1

8,8

12

Desember

166,2

125,3

7,4

3,9

4,6

897,3

1.204,6

8,1

 

Jumlah

2.270,8

1.465,9

91,3

49,6

54,9

10.917,3

14.849,8

100,0

 

Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Wakatobi Tahun 2009.

Pada Tabel di atas tampak pada bulan Juli-Agustus dengan persentase hasil laut lebih rendah yakni sekitar 7 persen. Pada bulan tersebut angin bertiup kencang sehingga sebagian nelayan memutuskan untuk tidak melaut.

Pengembangan kegiatan perikanan dan kelautan sebagai leading sector daerah, akan didukung dengan pengembangan infrastruktur perikanan, diantaranya ialah pengembangan Tempat Pendaratan Ikan (TPI), Pelabuhan Perikanan Nusantara, Cold Storage, dan Kampung Nelayan. Tempat Pendaratan Ikan direncanakan di Kecamatan Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Pelabuhan Perikanan Nusantara direncanakan di Pulau Binongko, sedangkan Cold Storage direncanakan berada di setiap kecamatan. Disamping itu, juga direncanakan pembangunan/rehabilitasi pemukiman nelayan pada setiap pulau. Rencana pengembangan fasilitas/infrastruktur sektor perikanan disajikan pada Tabel berikut.

 Tabel: Rencana Pengembangan Fasilitas/Infrastruktur Sektor Perikanan Kelautan di Kabupaten Wakatobi

No

Kepulauan

Kecamatan

Fasilitas/Infrastruktur

Jumlah (Unit)

1

Wangi-Wangi

Wangi-Wangi

- TPI

1

- Cold Storage

2

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

Wangi-Wangi Selatan

- Cold Storage

2

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

2

Kaledupa

Kaledupa

- TPI

1

- Cold Storage

2

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

Kaledupa Selatan

- Cold Storage

1

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

3

Tomia

Tomia

- TPI

1

- Cold Storage

1

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

Tomia Timur

- Cold Storage

1

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

4

Binongko

Binongko dan Togo Binongko

- Pelabuhan Nusantara  Perikanan

1

- TPI

1

- Cold Storage

1

- Marina

1

- Kampung Nelayan

1

Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi.

Pengembangan perikanan kedepan diarahkan pada dukungan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung perikanan seperti dermaga, pabrik es, tempat pelelangan ikan, balai benih, pusat BBM, bank/koperasi perikanan dan ketersediaan sarana dan prasarana perikanan lainnya.  Pembangunan industri pengolahan hasil perikanan seperti industri Pengolahan Rumput Laut di Kaledupa Selatan dan industri tepung ikan atau pengalengan merupakan bagian dari perencanaan pengembangan perikanan. Sentra perikanan layak dikembangkan di Pulau Kaledupa (khususnya di Kecamatan Kaledupa Selatan) dan di Pulau Binongko. 

Perikanan budidaya sebagai program prioritas sektor perikanan kurun waktu tahun 2012-2016, ditujukan untuk: (1) Meningkatkan produksi perikanan tangkap maupun budidaya dan pendayagunaan investasi; (2) Meningkatakan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya; (3) Meningkatkan pendapatan masyarakat; (4) Meningkatkan kesempatan kerja; (5) Meningkatkan upaya pelestarian kemampuan sumber daya alam; dan (6) Mengembangkan dan memperluas pemasaran hasil/ produk laut, terutama untuk eksport.

Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi
Jln. Samburaka No. 4 Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Telp. / Fax : 0404 - 21011 Email : humas.wakatobikab@gmail.com
Sukses Update Data