Kalender
Galery
Bandara Wakatobi
Cagar Biosphere Wakatobi

Sertifikat Cagar Biosfer Wakatobi

Cagar Biosphere adalah bentuk pengakuan lembaga Dunia UNESCO terhadap kekayaan biodiversity dan keunikan kawasan yang tidak dimilki oleh daerah lain. Cagar Biosphere juga berguna untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi daerah, dan tetap menjaga kelestarian sumber daya secara berkelanjutan.

Bilamana sebuah daerah dan negara yang telah mendapat pengakuan sebagai Cagar Biosphere Bumi, maka mutlak pemerintah dan masyarakat untuk mempertahankan gelar tersebut. Jika daerah dan negara tidak dapat mempertahankannya, maka gelar tersebut akan di cabut dan akan menjadi kerugian besar bagi daerah dan negara.

        Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi mengusulkan Wakatobi untuk menjadi Cagar Biosphere Dunia berawal sejak tahun 2009. Usulan tersebut secara konkrit ditindak lanjuti kembali pada pertemuan Dresden tanggal 27 sampai dengan 28 Juni 2011. Dimana pada pertemuan tersebut Bupati Wakatobi Ir. Hugua dengan didampingi Prof. Dr. Ir. Y . Purwanto Direktur Program MAB Indonesia, LIPI telah sukses meyakinkan Secretary MAB Programme UNESCO, Mr. N. Ishwaran. Kemudian Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi diinformasikan untuk melengkapi dokumennya agar dapat dinominasikan menjadi Cagar Biosfir Bumi.

Selanjutnya pada tanggal 2 sampai dengan 4 April 2012, Pemerintah Kabupaten Wakatobi yang diwakili oleh Kepala Bappeda Kab. Wakatobi Ir. Abdul Manan, M.Sc mengikuti pertemuan Advisory Committee MAB di Kantor Pusat UNESCO Paris. Dalam pertemuan tersebut dinyatakan secara aklamasi bahwa Wakatobi telah lulus tanpa syarat sebagai Cagar Biosphere Bumi.

Kemudian pada tanggal 9 sampai dengan 15 Juli 2012, UNESCO menyelenggarakan pertemuan The Internationale Coordination Council of The Man and Biosphere (MAB) Program ke 24. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat UNESCO Paris di Ruang XII (Fontenoy). Pertemuan itu dibuka langsung oleh Secretary MAB Program UNESCO Mr. N. Ishwaran, dan dipimpin Prof. Dr. Boshra B, Salem dari Mesir selaku Pimpinan The Internationale Coordination Council of The Man and Biosphere. Pada Pertemuan itu dihadiri oleh ratusan perwaklian negara-negara anggota UNESCO seluruh dunia.

Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mengevaluasi hasil akhir Deklarasi Madrid 2008 dan Deklarasi Dresden 2011 tentang masa depan Cagar Biosphere. Pertemuan ini juga lebih khusus menindak lanjuti Komitmen Rio + 20. Dimana salah satu hasil Komitmen Dresden German adalah masuknya beberapa nominasi Cagar Biosphere, salah satu nominasi tersebut adalah Wakatobi, dinominasikan untuk menjadi Cagar Biosphere Dunia mewakili Indonesia.

Pada hari pertama pertemuan The International Coordination Council of The Man and Biosphere (MAB) Program ke 24, para peserta membahas tentang issue – issue. Salah satu peserta dari Ghana mengusulkan dan mendesak UNESCO, untuk menjamin kesejahteraan rakyat lokal di sekitar Cagar Biosphere yang dapat menjamin kelestarian ekosisitim dengan memoblisasi dana secukupnya dari semua penjuru dunia.

Usulan yang sama juga disampaikan oleh Utusan Israel, dimana Israel menegaskan bahwa daerah Cagar Biosphere secara sadar atau tidak sadar telah menyanggah daerah tetangga, negara tetangga dan negara-negara di dunia, dalam hal ketersedian oksigen dan unsur-unsur hayati lainya. Oleh karena itu, maka semua kabupaten atau daerah Cagar Biosphere, sepatutnya mendapatkan dana memadai dari negara tempat Cagar Biosphere berada dan juga harus mendapatkan peningkatan jaminan dana yang memadai dari dunia International. Hal ini lah yang menjadi peran startegis UNESCO dalam memobilisasi sumber daya dunia secara memadai.

Dalam pertemuan sesi pertama tanggal 9 Juli 2012, Bupati Wakatobi Ir Hugua mewakili Indonesia, untuk menyampaikan pandangan tentang pentingnya MAB UNESCO yang melibatkan para pemimpin politik di daerah baik Bupati/Walikota dan DPRD, karena masa depan Cagar Biosphere sangat ditentukan oleh komitment politik dan komitmen program Pemerintah dan DPRD yang memegam mandat program dan kuasa anggaran.

Hal senada juga diperkuat oleh utusan Uni Eropa yang mengatakan bahwa kesuksesan Cagar Biosphere adalah bagaimana peran pemerintah lokal yang diperkuat oleh pemerintah nasional dan masyarakat Internasional (Buttom up).

Kemudian pada tanggal 11 Juli 2012 Bupati Wakatobi Ir. Hugua dengan didampingi oleh delegasi Indonesia menerima sertifikat Cagar Biosphere Bumi jam 12. 00 waktu Paris . Hal ini menandakan bahwa Wakatobi telah resmi menjadi Cagar Biosphere Bumi yang ke 8 di Indonesia. Sementara Cagar Biosphere Bumi ke 7 berada di Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau, yang diraih pada tahun 2009. Setelah menerima sertifikat Cagar Biospher Bumi, Bupati Wakatobi diberikan waktu 10 menit untuk menyampaikan pidato singkat di depan ratusan utusan negara-negara anggota UNESCO.

Selanjutnya Bupati Wakatobi kembali ke Wakatobi untuk mensosialisasikan Wakatobi sebagai Cagar Biosphere Bumi. Sosialisasi ini disampaikan kepada para pejabat eselon I, II, III, IV dan staff lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dan para Muspida. Setelah itu, Bupati Wakatobi Ir Hugua berkunjung ke setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Wakatobi. (Wa Ode Hasbi)

Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi
Jln. Samburaka No. 4 Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Telp. / Fax : 0404 - 21011 Email : humas.wakatobikab@gmail.com
Sukses Update Data